Budaya

Panggung Seni dan Budaya Atharrazka Siap Semarakkan HUT Purwakarta, Dibuka 23 Mei 2026 dengan Ragam Kesenian Sunda

×

Panggung Seni dan Budaya Atharrazka Siap Semarakkan HUT Purwakarta, Dibuka 23 Mei 2026 dengan Ragam Kesenian Sunda

Sebarkan artikel ini
Panggung Seni dan Budaya Atharrazka (foto; Ade/Sekilasmedia.com)

Purwakarta,Sekilasmedia.com-Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-195 Kota Purwakarta dan ke-58 Kabupaten Purwakarta, Panggung Seni dan Budaya Atharrazka menggelar rangkaian kegiatan seni budaya yang dipusatkan di kawasan Situ Cigangsa, Desa Campakasari, Kecamatan Campaka. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian seni budaya Sunda sekaligus mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat sekitar.

Rangkaian kegiatan Panggung Seni dan Budaya Atharrazka resmi dibuka pada Sabtu, 23 Mei 2026. Sejumlah pertunjukan seni telah dipersiapkan untuk menghibur masyarakat hingga puncak acara Pasanggiri Jaipong yang dijadwalkan berlangsung pada 26–28 Juni 2026.

Owner Panggung Seni dan Budaya Atharrazka, H. Sugi, mengatakan pembukaan akan dimulai pukul 15.30 WIB dengan penampilan tari tradisional Sunda dan musik angklung yang melibatkan para seniman daerah.

“Hari pertama pembukaan akan diisi dengan pertunjukan tari dan angklung sebagai bentuk pelestarian seni budaya Sunda,” ujar H. Sugi saat diwawancarai di lokasi kegiatan, Senin (18/5/2026).

BACA JUGA :  Gelaran Kerapan Sapi Ramaikan Program 100 Hari Kerja Walikota Probolinggo

Ia menambahkan, pada malam harinya pukul 19.00 WIB akan digelar atraksi unggulan berupa pertunjukan pencahayaan artistik dan air menari di kawasan Situ Cigangsa. Sebanyak 12 titik lampu sorot disiapkan untuk menciptakan pertunjukan visual yang berpadu dengan keindahan alam danau.

“Konsep ini menjadi daya tarik utama karena menggabungkan unsur alam dengan teknologi pencahayaan modern tanpa meninggalkan nilai budaya lokal,” jelasnya.

Kegiatan berlanjut pada Minggu, 24 Mei 2026 dengan agenda senam sehat bersama masyarakat pada pagi hari, kemudian dilanjutkan pertunjukan seni budaya pada sore hari yang menampilkan berbagai kesenian tradisional Sunda.

Menurut H. Sugi, pertunjukan seni akan digelar secara rutin setiap sore dengan konsep yang berbeda setiap harinya, agar masyarakat mendapatkan tontonan variatif sekaligus memberi ruang lebih luas bagi seniman daerah untuk tampil.

“Kami ingin panggung ini menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana pelestarian budaya,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, seluruh sanggar seni yang tampil tidak dipungut biaya. Panitia juga memberikan bantuan transportasi sebesar Rp200 ribu kepada setiap kelompok seni sebagai bentuk dukungan kepada pelaku seni budaya.

BACA JUGA :  Bersih Desa Pulungdowo: Tradisi Sakral Pemersatu Warga, Tumpeng Hasil Bumi hingga Tarian Tradisional Meriahkan Acara

“Prinsip kami adalah mendukung dan memberdayakan seniman, bukan untuk kepentingan komersial,” tegasnya.

Puncak kegiatan akan berlangsung pada 26 hingga 28 Juni 2026 melalui ajang Pasanggiri Jaipong tingkat provinsi yang terbuka untuk berbagai kategori usia, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa, dengan kategori tunggal dan rampak.

Panitia menyiapkan berbagai penghargaan seperti piala, medali, sertifikat, serta uang pembinaan bagi para pemenang. Penilaian dilakukan secara digital untuk menjaga objektivitas dan transparansi.

H. Sugi berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam menggerakkan UMKM, meningkatkan kunjungan wisata, serta memperkuat identitas budaya Sunda di Purwakarta.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menghidupkan ekonomi masyarakat sekitar sekaligus melestarikan budaya daerah,” pungkasnya.

Pendaftaran Pasanggiri Jaipong masih dibuka untuk umum dengan kuota terbatas. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia di nomor 0851-8063-1119.