Hukum

Pelaku Pembunuhan Sadis Buruh Cuci Motor di Darmasaba Ditangkap, Satu Kaki Pelaku di Dor

×

Pelaku Pembunuhan Sadis Buruh Cuci Motor di Darmasaba Ditangkap, Satu Kaki Pelaku di Dor

Sebarkan artikel ini
Polres Badung ungkap kasus pembunuhan buruh cuci motor yang mayatnya dikubur di sawah di Desa Darmasaba, Bali (foto sekilasmedia.com/soni)

Badung,Sekilasmedia.com-Terduga pelaku pembunuhan sadis buruh cuci motor berinisial DAD (25) asal Sumbawa, NTB, yang mayatnya ditemukan terkubur di persawahan Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, akhirnya terungkap

Dalam kasus ini empat orang yang merupakan rekan kerja korban ditangkap masing masing DF (20) asal Lombok Timur, NTB, MKH (24) asal Jember, serta dua pelaku di bawah umur AFP (17) dan IPR (16) asal Jember, Jawa Timur.

Para pelaku digulung di dua lokasi berbeda pada Senin (18/5). Tiga pelaku dibekuk dalam satu rumah, sedangkan satu orang pelaku diringkus di rumah beda. Karena melawan salah satu pelaku yakni DF dihadiahi timah panas.

Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, Rabu (20/5) mengatakan, aksi pembunuhan ini tergolong sadis dan terjadi di tempat pencucian motor Mae Wash pada Kamis 7 Mei 2026 sekitar pukul 02.40 Wita.

“Jasad korban baru ditemukan lima hari kemudian, Selasa 12 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 Wita,” kata Joseph.

BACA JUGA :  Dua WNA Tiongkok di Deportasi Usai Melanggar Keimigrasian 

Kasus bermula ketika korban (DAD) berencana mengambil mesin kompresor di tempat dia kerja di pencucian motor Mae Wash pada Kamis (7/5) malam. Namun sebelum diambil sekitar pukul 23.00 Wita korban menghubungi terduga pelaku DF.

DF yang ngaku sakit hati karena sering di bullying langsung mengajak ketiga rekannya, yakni MKH, AFP dan IPR untuk membunuh korban dengan tujuan merampas sepeda motor, uang dan handphone milik korban. Tanpa pertimbangan apapun merekapun setuju lalu bersama sama menuju Mae Wash sekitar pukul 01.15 Wita dini hari.

“Saat itu para pelaku sudah menunggu korban di pencucian motor. Dimana palaku DF membawa pisau potong busa yang diselipkan di pinggang,” jelas Joseph.

Sekitar satu jam menunggu, akhirnya korban datang dengan mengendarai sepeda motor honda beat warna merah. Korban langsung masuk ke area cucian motor dan menuju lokasi kompresor. Saat korban merunduk untuk mengambil kompresor, salah satu pelaku AFP langsung memukul kepala korban menggunakan botol kosong.

“Akibat pukulan itu korban tersungkur, lalu dikeroyok menggunakan tangan kosong, tendangan kaki, hingga dipukul kursi besi,” bebernya.

BACA JUGA :  Viral, Penemuan Mayat Bayi Baru Lahir di Aek Ledong Timur"Terungkap Pelaku Adalah Ibu Kandung Korban

Penganiayaan itu tidak berhenti di situ, DF yang sejak awal sudah membawa pisau langsung menusuk punggung korban hingga terkapar. Pusau yang sempat bengkok tersebut kemudian diluruskan sebalum dipakai menggorok leher korban hingga tidak bernyawa.

“Korban meninggal akibat benda tumpul dan benda tajam. Setelah memastikan korban meninggal para membersihkan darah di lantai area cucian motor,” ucapnya.

Sebagai otak pebunahan, DF memerintah dua pelaku lain untuk mencari lokasi pengumburan sambil membawa cangkul milik tempat pencucian motor. Dua pelaku akhirnya menemukan lahan kosong yang lokasinya tidak jauh dari tempat cucian dan membuat lubang.

“Usai mebuat lubang, jenazah korban dimasukan kedalam karung lalu dibawa menggunakan sepeda motor ke lokasi dan mereka kubur bersama sama,” tandas Joseph.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 459 junto Pasal 20 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan acaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Selain itu mereka juga disangkakan Pasal 479 ayat 3 KUHP tentang pencurian yang mengakibatkan kematian dengan ancaman 15 tahun penjara.