Mojokerto,Sekilasmedia.com-Upaya mencegah terjadinya perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan terus dilakukan jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Pacet. Kali ini, edukasi dan pembinaan menyasar sekitar 1.300 santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah Madrasah Berbasis Internasional (MBI), Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (4/9/2026), mulai pukul 06.00 hingga 07.30 WIB. Sosialisasi dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Prof. Dr. KH. Asep Saifudin Chalim, M.A., Camat Pacet Djoko Widjayanto, A.M., M.M., Kapolsek Pacet AKP Mohammad Khoirul Umam, S.E., M.H., Danramil Pacet Lettu Inf. Karsilan, Bhabinkamtibmas Desa Kembangbelor Bripka Nurali, Babinsa Desa Kembangbelor Sertu Edi, serta para ustaz, ustazah dan guru pendamping MBI.
Kegiatan diawali dengan istighosah. Selanjutnya, Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Prof. Dr. KH. Asep Saifudin Chalim menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran Forkopimca Pacet dalam kegiatan sosialisasi dan pembinaan pencegahan bullying.
Ia berharap seluruh santri dapat mengikuti materi dengan baik sebagai bekal dalam menuntut ilmu agama sekaligus membentuk karakter yang baik selama berada di lingkungan pesantren.
Menurutnya, MBI diharapkan mampu mencetak santri yang memiliki karakter kuat, berakhlak baik dan menjadi generasi penerus bangsa dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Camat Pacet Djoko Widjayanto mengingatkan para santri bahwa keberadaan mereka di Pondok Pesantren Amanatul Ummah memiliki tujuan utama untuk menuntut ilmu, khususnya ilmu agama, sekaligus membentuk karakter dan kepribadian yang baik.
Para santri juga diimbau senantiasa menjaga sikap, saling menghormati, memperbaiki akhlak serta menaati seluruh peraturan yang berlaku di lingkungan pondok pesantren.
“Para santri harus bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan nama baik Pondok Pesantren Amanatul Ummah,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Pacet AKP Mohammad Khoirul Umam memberikan penekanan khusus terkait bahaya bullying. Ia mengajak seluruh santri untuk bersama-sama menghentikan segala bentuk perundungan dan membangun pergaulan yang sehat, saling menghormati serta menyayangi satu sama lain.
Kapolsek mengingatkan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat dilakukan melalui tindakan mengolok-olok, menghina, merendahkan, memberikan julukan buruk maupun tindakan lain yang dapat menyakiti dan merugikan orang lain.
Pesan tersebut juga dikaitkan dengan nilai-nilai agama. Para santri diingatkan terhadap kandungan Surah Al-Hujurat ayat 11 yang melarang orang-orang beriman saling mengolok-olok, mencela dan memanggil dengan gelar-gelar yang buruk.
Selain itu, Kapolsek menyampaikan pesan Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan dalam HR Muslim mengenai pentingnya menjaga persaudaraan sesama Muslim serta larangan menzalimi, meremehkan dan menyakiti orang lain.
“Stop bullying. Jadikan lingkungan pesantren sebagai tempat untuk belajar, bertumbuh dan saling menguatkan,” pesan Kapolsek kepada para santri.
Tak hanya soal perundungan, Kapolsek juga mengingatkan para santri agar tidak terlibat dalam tindak pidana maupun berbagai perbuatan yang melanggar hukum. Menurutnya, keterlibatan dalam perkara hukum dapat memberikan dampak buruk terhadap masa depan santri.
Ia juga meminta para santri untuk mengingat perjuangan dan harapan orang tua yang telah memberikan kesempatan kepada mereka untuk mendapatkan pendidikan dan menuntut ilmu agama di Pondok Pesantren Amanatul Ummah.
Menyoroti isu senioritas, Kapolsek mengajak para santri senior untuk memperlakukan santri junior layaknya keluarga sendiri. Santri senior diharapkan menjadi sosok yang membimbing, melindungi sekaligus memberikan contoh yang baik.
“Jangan gunakan senioritas untuk melakukan intimidasi, merendahkan, melakukan kekerasan ataupun bullying. Jadilah teladan bagi adik-adik kalian,” tegasnya.
Kapolsek juga mengajak seluruh santri untuk menjaga nama baik Pondok Pesantren Amanatul Ummah melalui kedisiplinan, akhlak yang baik, sikap saling menghormati serta menjauhi berbagai tindakan yang melanggar hukum.
Sebagai penutup, AKP Mohammad Khoirul Umam memberikan motivasi kepada seluruh santri MBI dengan pesan, “Raihlah cita-citamu sebelum cinta-cintamu.”
Setelah sesi pembinaan, sekitar 1.300 santri MBI mengikuti pernyataan kesanggupan yang disaksikan langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Forkopimca Pacet, ustaz dan ustazah serta guru pendamping.
Para santri menyatakan sanggup menjadi santri Amanatul Ummah yang baik, bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu agama dan tidak terlibat tindakan kriminal.
Mereka juga menyatakan kesanggupan untuk menjadi bagian dari generasi yang ikut mewujudkan Indonesia Emas 2045 serta berkomitmen menjaga nama baik Pondok Pesantren Amanatul Ummah.
Kegiatan sosialisasi dan pembinaan berlangsung tertib, aman dan kondusif. Melalui kegiatan tersebut, para santri diharapkan semakin memahami dampak buruk bullying, pentingnya menghormati sesama serta konsekuensi hukum dari tindakan kekerasan maupun perbuatan yang merugikan orang lain.












