Daerah

Lomba Cipta Menu Beragam, Masyarakat Akan Adu Kreativitas Olahan Pangan

×

Lomba Cipta Menu Beragam, Masyarakat Akan Adu Kreativitas Olahan Pangan

Sebarkan artikel ini

Magetan, sekilasmedia.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melalui Dinas TPHPKP dan bekerjasama dengan TP PKK Kabupaten Magetan menggelar Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (LCM B2SA) Tingkat Kabupaten, Lewat ajang ini, masyarakat bisa saling adu kreativitas dalam pembuatan produk olahan pangan lokal di Pendopo Surya Graha, Jum’at (12/08/2022)

Lomba diikuti oleh 18 tim yang berasal dari perwakilan Tim TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Magetan. Adapun juri lomba tersebut berjumlah 3 orang yaitu
Ni Made Krisnadewi dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia Provinsi Jawa Timur, Nugrahani Astuti dari perwakilan UNESA, dan Sugeng Diyanto dari Hotel Aston Madiun.
Lomba Cipta Menu B2SA merupakan salah satu strategi memperkenalkan menu beragam, bergizi, seimbang, dan aman untuk meningkatkan kualitas hidup. Serta mendorong dan meningkatkan kreativitas masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dalam menentukan menu B2SA berbasis sumber daya lokal.

Kepala dinas TPHPKP Magetan Uswatul Chasanah menyampaikan bahwa Sumber pangan lokal seperti ketela, kentang, sayur mayur, kedelai dan kacang-kacangan tentunya sangat mudah ditemui disekitar kita. Sehingga bahan pangan lokal tersebut bisa diolah dengan kreativitas yang menarik dan aman dikonsumsi untuk keluarga, tentunya dengan penyajian yang unik.

BACA JUGA :  Pemkot Kediri dan Persik Kediri Kebut Perbaikan Stadion Brawijaya, Tahapan Pemerataan DiLakukan

Selain untuk menggali kreativitas, lomba yang diselenggarakan oleh dinas TPHPKP Magetan juga dilakukan untuk mendorong masyarakat agar dapat menggali keberagaman potensi pangan karbohidrat non-beras.

“Lomba ini diikuti oleh Kader Posyandu Kecamatan, dan ini merupakan agenda kami yang bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Magetan dengan tujuan untuk memberikan sosialisasi kepada kaum ibu agar dapat mengimplementasikan konsumsi,” jelasnya

Ia juga mengatakan, upaya ini dilakukan bukan untuk mengganti beras secara total akan tetapi hal ini dilakukan untuk mengubah pola konsumsi pangan masyarakat sehingga masyarakat mengonsumsi lebih banyak jenis olahan pangan. Baik jenis pangan sumber karbohidrat, sumber protein, serta sumber vitamin dan mineral yang dapat menjadikan kualitas gizi lebih baik.

“Semoga dengan adanya lomba ini dapat meningkatkan kreativitas dalam mengembangkan beragam menu lokal di wilayah Kabupaten Tangerang. Sehingga nantinya dapat tercipta keluarga yang sehat, cerdas, dinamis, dan produktif,” ucapnya.

Wakil Bupati Magetan, Nanik Sumantri saat membuka acara menyampaikan, permasalahan pangan dan pola konsumsi pangan yang erat terjadi dengan permasalahan gizi ganda, yakni gizi buruk/stunting dan kelebihan gizi/obesitas. ” Lomba ini salah satu upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan pola konsumsi pangan di Kabupaten Magetan. Tujuan besarnya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi makanan sehari-hari yang beragam, bergizi seimbang dan aman,” terang Wakil Bupati.

BACA JUGA :  Sembilan Bhabinkamtibmas Polres Purbalingga Terima Penghargaan

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Magetan, Titik sudarti turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Menurut titik, kegiatan LCM B2SA ini dapat memberikan semangat kepada para ibu-ibu TP PKK untuk tetap terus berkreasi memanfaatkan bahan baku lokal pengganti nasi seperti umbi-umbian, jagung, maupun bahan non beras dan non terigu lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua PKK Kabupaten Magetan itu juga melihat secara langsung hasil karya para peserta. Ia mengatakan para peserta terlihat sangat antusias, hal tersebut dilihat dari tingkat kreativitas dan juga inovasi peserta dalam membuat olahan pangan.

“Platting makanannya saya lihat luar biasa bagus, tidak hanya cara penyajiannya saja, dilihat dari komposisinya juga terdapat nilai B2SA tadi didalamnya yang mana tingkat gizinya ini juga seimbang dan aman,” ungkap titik saat melihat hasil olahan pangan para peserta.

Ia berharap, para peserta lomba tidak berhenti berkreasi, tetapi juga mereka bisa mempraktekkan kembali di rumah untuk menyajikan menu-menu yang berbeda kepada keluarga dan bisa menjadi alternatif membuat usaha keluarga.

“Dari ilmu dan kreativitas yang didapat di sini semoga dapat dimanfaatkan juga untuk menambah ekonomi keluarga. Dari menu-menu B2SA ini juga bervariasi dan beragam,” jelasnya.(Ryn)