Daerah

Meski Surut, Luapan Kali Lamong Sempat Rendam Puluhan Hektar Lahan Pertanian di Balongpanggang

×

Meski Surut, Luapan Kali Lamong Sempat Rendam Puluhan Hektar Lahan Pertanian di Balongpanggang

Sebarkan artikel ini

Gresik, Sekilasmedia.com – Meski sudah surut, luapan banjir kali lamong sempat terlihat menggenangi area persawahan di 4 desa di Kecamatan Balongpanggang pada Senin (24/10/2022) pagi.

Rupanya, pemerintah kecamatan Balongpanggang sendiri sudah mengantisipasi bencana banjir ini, sebelumnya.

” Bahkan kita rapatkan minggu kemarin, agar desa siapkan posko banjir apabila terjadi banjir yang besar. Titik posko ditentukan dengan membuat massengger” desa…dapur umum…alkes….jalur evakuasi.
Tindaklanjutnya, Siaga 2 hari yang lalu dengan mendirikan posko bencana,” tutur Camat Balongpanggang Muhammad Amri, S. SiT.

Lebih lanjut Muhammad Amri mengatakan bahwa kejadian bencana banjir akibat luapan kali lamong di awal musim hujan ini, merendam 4 desa di wilayah Kecamatan Balongpanggang.

Dan kronologi kejadiannya, lanjut dia, pada Hari Minggu Tanggal 23 Oktober 2022 di Kabupaten Mojokerto serta Kabupaten Lamongan dan sekitarnya terjadi hujan sangat lebat, sehingga Kali Lamong tidak bisa menampung air hujan tersebut, karena debit air bertambah semakin banyak sehingga air meluber ke jalan dan merusak beberapa fasilitas umum, pertanian dan jalan yang ada di wilayah kecamatan Balongpanggang.

BACA JUGA :  Proses Pencairan  BPUM,  Bupati Ikfina Sampaikan " Mboten Angel"

” Hasil pantauan di lokasi, air datang sekitar pukul 08.20 WIB, kemudian surut pada pukul 14.00 WIB. Meski demikian, luapan kali Lamong sempat merendam 4 desa yang berada di sekitar bantaran kali lamong. Diantaranya yaitu Pucung, Wotansari, Sekarputih dan Dapet. Adapun area yang terendam yaitu permukiman, fasilitas umum terutama jalan poros desa dan jalan lingkungan serta area persawahan, ” ujarnya.

BACA JUGA :  Pastikan Kebutuhannya Terpenuhi, Habib Hadi Kembali Kunjungi Lansia Sebatang Kara

Untuk tinggi genangan air tertinggi, ada di Desa Wotansari dan Desa Sekarputih yaitu 30-40 cm, lalu Desa Pucung 20-30 cm. Sedang Desa Dapet 0 cm.

Bencana banjir ini, merendam area persawahan total dari 4 Desa tersebut ada 79 hektar, sehingga diperkirakan kerugian petani adalah gagal tanam. Kemudian, wilayah permukiman ada 62 rumah, jalan poros desa 400 meter dan jalan lingkungan 950 meter. Diperkirakan jalan poros desa dan jalan lingkungan menjadi rusak.

Dan upaya Muspika Kecamatan Balongpanggang dalam penanganan bencana banjir luapan kali lamong kali ini adalah mendatangi ke lokasi kejadian bencana banjir. Lalu melaporkan hasil kejadian kepada Bapak Bupati Gresik pada prioritas pertama. Serta melaporkan perkembangan banjir lebih lanjut. (rud)