Daerah

Abdul Hakam SH, M.Si Sebut Demokrat Dan Hanura Parpol Stabil Kota Kediri, Layak Usung Cawako 2024

×

Abdul Hakam SH, M.Si Sebut Demokrat Dan Hanura Parpol Stabil Kota Kediri, Layak Usung Cawako 2024

Sebarkan artikel ini

KEDIRI,Sekilasmedia.com- Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Indonesia pada 27 November 2024 diantaranya untuk daerah-daerah yang masa jabatan kepala daerahnya berakhir pada tahun 2022, 2023, 2024, dan 2025. Sistem pemilihan kepala daerah yang digelar secara serentak dengan melibatkan seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia merupakan yang pertama kalinya digelar dengan melibatkan 548 daerah yang terdiri dari 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 98 kota. Yang termasuk didalamnya adalah Pemilihan Walikota (Pilwako) Kota Kediri, Jawa Timur. Kurang lebih hal tersebut diungkapkan Abdul Hakam SH, M.Si pemerhati masalah sosial – politik, Rabu 10 Mei 2023.

Menyoroti Pilwako Kediri 27 November 2024, Abdul Hakam menyebut hal tersebut merupakan peluang bagi hampir semua partai politik (parpol) yang memiliki kursi di DPRD Kota Kediri karena tidak ada lagi incumbent Walikota Abdullah Abu Bakar yang sudah tidak bisa lagi maju sebagai Calon Walikota (Cawako) karena sudah menjabat dua periode, 2014 – 2019 dan 2019 – 2024. Dimana pada Pilwako 2018, Abdullah Abu Bakar yang berpasangan dengan Lilik Muhibbah Ketua Muslimat NU Kota Kediri (yang kemudian wafat pada bulan Februari 2020, red.) diusung oleh PAN dengan modal 6 kursi dan Nasdem 1 kursi.

BACA JUGA :  Pindah ke Pasar Ketidur, Eks Pedagang Barang Bekas Cakar Ayam Ungkap Dapat Stand Lebih Layak

Peluang untuk mengusung Cawako – Cawawako juga dimiliki oleh Partai Demokrat dan Partai Hanura yang dalam peta politik Kota Kediri dikenal stabil dimana pada saat Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) tahun 2019 masing-masing Demokrat mendapatkan 3 kursi dan Hanura 2 kursi diantara 30 kursi yang tersedia, dengan masing-masing parpol memiliki target memperoleh kursi lebih banyak saat Pileg 14 Februari 2024 bahkan Demokrat memiliki target bertambah 1 – 3 kursi. Sedangkan untuk mengusung Cawako – Cawawako Kediri hanya dibutuhkan 6 kursi.

“Demokrat dan Hanura harus berani mengusung Calon Walikota Kediri, dan perlu digulirkan sedini mungkin karena bisa berpengaruh untuk perolehan kursi saat Pileg 14 Februari 2024 (yang serentak dengan Pilpres, red),” ungkap Abdul Hakam mengenai Demokrat Kota Kediri yang dipimpin H. Ashari SE dan Hanura yang dipimpin Bambang Giantoro, seraya mengungkap posisi strategis Demokrat di kawasan Kediri Raya (Dapil Jatim 8, red.) yang untuk DPRD Provinsi Jawa Timur mendapatkan satu kursi atas nama H. Subianto yang memperoleh sekitar 65.365 (65 ribu lebih) yang sekaligus merupakan perolehan terbanyak kedua dalam Dapil Jatim 8 tersebut

BACA JUGA :  Wakil Bupati Asahan Ikuti Rapat koordinasi Lintas Sektor RTRW dan RDTR

Ada lima (5) parpol yang mendapatkan kursi DPRD Jatim untuk Dapil Jatim 8 yaitu PDIP 2 kursi, Demokrat 1 kursi, PAN 1 kursi, PKB 1 kursi, Golkar 1 kursi. Adapun perolehan suara masing-masing adalah sebagaimana berikut ini.
1). Wara Sundari Renny Pramana (PDIP): 97.379 suara
2). Subianto (Demokrat): 65.365
3). A. Basuki Babussalam (PAN): 50.301
4). H. Chusainuddin (PKB): 44.776
5). Heri Setiawan (PDIP): 28.179
6). Sabron Djamil Pasaribu (Golkar): 20.924

Sebagai catatan, peroleh kursi di DPRD Kota Kediri untuk Pileg 2014 dan Pileg 2019 adalah sebagaimana berikut ini.

1). PAN: 6 kursi jadi 5 kursi
2). PDIP: 4 kursi jadi 5 kursi
3). PKB: 4 kursi jadi 3 kursi
4). Gerindra: 3 kursi jadi 4
5). PKS: 3 kursi jadi 2 kursi
6). Golkar: 3 kursi jadi 2
7). Demokrat: 2 kursi jadi 3
8). Hanura: 2 kursi jadi 2
9). PPP: 2 kursi jadi 1 kursi
10). Nasdem: 1 kursi jadi 3

“Demokrat dan Hanura sangat bisa untuk mengusung Calon Walikota Kediri 2024,” tandas Abdul Hakam yang juga dikenal sebagai Ketua DPW UMKM Nusantara serta peduli mengakomodasi CSR-CSR. Pendapat Anda? Kirim sms atau WA kesini= 081216271926 (Sisw).