Daerah

Belum Ada Informasi Kelanjutan atas Tuntutan Unjuk Rasa Pertama, Kembali Masa GPI Geruduk Dinas Pendidikan Kab. Blitar

×

Belum Ada Informasi Kelanjutan atas Tuntutan Unjuk Rasa Pertama, Kembali Masa GPI Geruduk Dinas Pendidikan Kab. Blitar

Sebarkan artikel ini

Blitar, Sekilasmedia.com-Puluhan Massa Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI) melakukan aksi lanjutan dengan mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Kamis (22/06/2023).

 

Ada beberapa tuntutan yang di suarakan. Diantaranya, menuntut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Adi Andaka untuk mundur, pendidikan gratis bagi masyarakat, dan usut tuntas dugaan penyelewengan dana pendidikan di Kabupatan Blitar.

 

Jaka Prasetya selaku Ketua GPI menyebut, aksi lanjutan ini dilakukan, karena tuntutan yang dilayangkan dalam aksi sebelumnya tidak digubris oleh Pemerintah. Massa GPI tetap menuntut Kadisdik untuk mundur karena dinilai tidak memiliki keilmuan atau background ke pendidikan.

 

Massa juga menuntut pengusutan tuntas berbagai penyelewengan di lingkup pendidikan di Kabupaten Blitar, diantaranya adalah pungli yang selalu menghantui orang tua murid.

 

“Bebaskan orang tua murid dari segala pungutan yang ada. Kalau Kepala Dinas yang baru ini gak bisa menyelesaikan itu, lebih baik mundur. Dinas Pendidikan ini gudangnya uang, masa orang tua masih disuruh bayar ini itu. Harusnya bisa ditanggung negara sepenuhnya,” ujar Joko.

BACA JUGA :  Bupati Mojokerto Lepas Keberangkatan CJH Kloter 29 Diskominfo Kabupaten Mojokerto - Pemerintah Kabupaten Mojokerto kembali melepas keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH). Hari ini, Bupati Mojokerto melepas keberangkatan CJH kelompok terbang (kloter) 29 di Halaman Kantor Bupati Mojokerto, Kamis (23/6) petang. Dalam kesempatan ini, Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati memberangkatkan CJH kloter 29 sejumlah 128 orang didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko melepas keberangkatan CJH yang kedua kalinya. CJH asal Kabupaten Mojokerto kloter 29 ini dijadwalkan masuk Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada pukul 20.00 WIB. Dan akan terbang ke tanah suci pada Jumat (24/6) pukul 19.05 WIB. Bupati Ikfina mengimbau, agar jemaah selalu menjaga kesehatan. Mengingat pelaksanaan haji saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Hal itu disampaikan Bupati Ikfina saat naik di salah satu bus rombongan CJH. “Saya ucapkan selamat jalan, semoga semua diberi kelancaran, semua sehat, semua diberi kesabaran. Saya tunggu kedatangannya nanti dalam kondisi semuanya haji yang mabrur. Sekali lagi saya ucapkan selamat jalan, dinikmati ibadahnya, semoga semuanya lancar barokah,” ungkapnya. Pada keberangkatan sebelumnya, Bupati Ikfina berpesan, agar jemaah selalu menjaga kesehatan. Mengingat pelaksanaan haji saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. "Selama nanti perjalanan maupun selama melaksanakan rangkaian ibadah haji, saya minta tolong, tetap menggunakan masker, karena selain Covid-19 masker ini dapat melindungi kita dari penularan berbagai virus penyakit yang lain yang kita tidak tahu bisa saja penyakit itu dibawa oleh para jemaah haji dari berbagai tempat dari seluruh penjuru dunia," ujarnya. Lebih lanjut, pihaknya juga mengingatkan kepada CJH asal Kabupaten Mojokerto ini, agar selalu membawa dan menggunakan hand sanitizer dalam pelaksanaan ibadah haji. "Yang kedua, saya minta tolong kemana-mana bawa hand sanitizer, jadi nanti kalian dimana pun sebelum kalian memegang area wajah, sebelum kalian wudhu, dan sebelum kalian membuka masker atau mengganti masker, minta tolong kalian pakai hand sanitizer", bebernya. Dalam melaksanakan ibadah haji, Ikfina juga berharap, para CJH dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk melaksanakan ibadah selengkap-lengkapnya. "Fokus ibadah, yang di rumah sudah ada yang menjaga, mudah-mudahan diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah dan saat nanti pulang dengan membawa barokah nikmat haji mabrur," pungkasnya.

 

Selain itu, ada tuntutan segera dihapuskannya acara Wisuda Purnawiyata yang sangat membebani orang tua murid. Joko mengatakan, selain tidak ada gunanya, acara itu bisa menjadi ladang penyelewengan dana.

 

“Itu sangat membebani, orang mau lulus masih dimintakan uang yang jumlahnya besar pula. Gak ada substansinya sama sekali, gak ada gunanya. Selain itu, acara seperti itu, rawan adanya penggelapan dana. Jadi kami tuntut tahun depan, tidak ada lagi acara seperti itu,” tegas joko.

 

Setelah sekian lama melakukan aksi, massa kecewa tidak ada satu pun jajaran Dinas Pendidikan yang mau keluar untuk melakukan dialog. Sementara pihak Dinas Pendidikan hanya berkenan menemui 20 perwakilan massa aksi di dalam Kantor Dinas, namun massa aksi menolaknya. Akhirnya massa aksi melakukan aksi bakar spanduk.

BACA JUGA :  Kapolresta Sidoarjo Pimpin Sertijab Kasat Reskrim dan Kapolsek Taman

 

Sementara melalui sambungan telpon ditanya terkait tuntutan unjuk rasa masa GPI, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Adi Andika mengatakan bahwa baru menjabat di Dinas Pendidikan dan sudah berusaha profesional dalam bekerja.

 

“Dinas Pendidikan sudah bekerja secara profesional mas, dan terkait permintaan copot mencopot jabatan itu bukan kewenangan saya dan jabatan saya itu adalah ranahnya pimpinan mas. Kalau terkait acara wisuda ini sebenarnya bentuk apresiasi keberhasilan anak didik atas kelulusannya itu pun kebanyakan sekolah swasta, kalau sekolah negeri tidak semua dan hanya sederhana di sekolah,” kata Adi Andaka melalui sambungan telpon. ddg