Kuliner

Sembilan Tahun Konsisten, Tahu Campur Cak Peng Menjadi Primadona Kuliner di Jetis

×

Sembilan Tahun Konsisten, Tahu Campur Cak Peng Menjadi Primadona Kuliner di Jetis

Sebarkan artikel ini
Sajian tahu campur cak peng yang tak pernah sepi dari pembeli. ( Foto: Lima).

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Satu ikon kuliner di wilayah Kecamatan Jetis yang tak boleh dilewatkan adalah Tahu Campur Cak Peng. Lokasi strategis di selatan Lapangan Jetis, tepatnya di Dusun Pancarikan, Desa Jetis yang membuat warung ini sangat mudah diakses oleh para pemburu kuliner.

Hasil konsistensi rasa yang terjaga selama sembilan tahun, warung sederhana ini terus diminati oleh pelanggan dan hampir tak pernah sepi pengunjung setiap harinya.

Cak Peng mengatakan bahwa usahanya dimulai di Kota Malang. Pada tahun 2016, ia memutuskan untuk memboyong resep andalannya ke Mojokerto guna mengikuti sang ayah sekaligus membangun usaha di tanah kelahiran keluarga.

BACA JUGA :  Hujan Tak Jadi Halangan, Stand Es K-NG Ucup Ebe di Jalan Benteng Pancasila Mojokerto Tetap Ramai Pembeli

Dari Malang saya bawa resep yang sama. “Alhamdulillah, ternyata diterima dengan sangat baik oleh masyarakat di sini,” kata Cak Peng di sela kesibukannya melayani pelanggan.

Satu porsi tahu campur di sini disajikan lengkap dengan kuah kaldu yang gurih, dipadukan dengan tahu goreng, tauge segar, koyor (otot sapi) yang empuk, lentho, serta kerupuk udang yang renyah. Perpaduan cita rasa gurih, manis, dan pedas yang seimbang menjadi alasan utama mengapa pelanggan selalu kembali.

BACA JUGA :  Nasi Goreng Saman Pacet, Kuliner Malam Legendaris

Tidak hanya soal rasa, kebersihan dalam penyajian dan pemilihan bahan-bahan yang selalu segar menjadi standar utama bagi Cak Peng dalam menjaga kepuasan konsumennya.

Pantauan di lokasi, antrian panjang bukan hal baru di setiap harinya, terutama saat memasuki waktu sore hingga malam hari. Bagi pecinta kuliner tradisional, Tahu Campur Cak Peng menjadi bukti bahwa keunikan rasa dan pelayanan yang konsisten mampu mengalihkan pandangan pelanggan.