Mojokerto,Sekilasmedia.com-Memasuki waktu ngabuburit, kawasan Desa Tinggarbuntut, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, selalu diwarnai dengan antrean warga di kedai Es Campur Bu Eva.
Fenomena ini bukan tanpa alasan, selain porsinya yang melimpah, es campur ini menawarkan sensasi rasa yang berbeda dibanding es campur pada umumnya, yakni tekstur kuah yang sangat creamy.
Keunikan utama dari es racikan Bu Eva terletak pada kombinasi kuahnya yang menggunakan perpaduan susu, creamer, dan santan.
Inovasi ini menciptakan rasa yang lebih kaya, lembut di lidah, namun tetap mempertahankan gurihnya santan tradisional. Perpaduan tersebut menjadi pelengkap sempurna bagi isian buah segar, mutiara, dan agar-agar yang disajikan setiap harinya.
Meski menggunakan bahan baku tambahan seperti susu dan creamer yang memberikan kesan mewah, Bu Eva tetap mematok harga yang sangat ekonomis, yakni hanya Rp4.000 per bungkus. Harga yang sangat terjangkau ini membuat kedainya selalu dipadati pembeli dari berbagai kalangan.
Bu Eva menjelaskan, untuk memberikan kualitas terbaik dengan harga yang merakyat.
“Saya sengaja mencampur susu, creamer, dan santan supaya rasanya lebih creamy dan beda dari yang lain. Walaupun harga bahan baku sekarang naik, saya tetap jual 4 ribu rupiah saja supaya warga desa di sini bisa menikmati takjil yang enak dan segar setiap hari tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam. Alhamdulillah, meskipun murah, kualitas rasa tetap saya jaga nomor satu,” pungkas Bu Eva.
Kehadiran Es Campur Bu Eva menjadi bukti bahwa inovasi kuliner dengan cita rasa modern tidak selamanya harus mahal. Bagi warga Bangsal, segelas es creamy seharga empat ribu rupiah ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari tradisi berbuka puasa yang nikmat dan hemat.






