
Gianyar Bali,Sekilasmedia.com-
Warga Desa Batu Bulan dikesalkan dengan pengerjaan proyek peningkatan jalan di Banjar Pengembungan, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, yang dalam kegiatannya mengabaikan Keselamatan dan Keshatan Kerja (K-3).
Selain itu, warga juga sempat menggeruduk pemborong proyek, lantaran material proyek memenuhi badan jalanan, yang membuat warga tidak bisa keluar dari rumahnya.
Kepada sekilasmedia.com I Made Wirasila Anggota DPRD Gianyar, yang rumahnya tidak begitu jauh dari lokasi proyek menyangkan, dengan keberlangsungannya proyek tersebut. Pasalnya, pihak rekanan sangat mengabaikan keselamatan orang lain, yang dengan sengaja menaruh material sebarangan. Terlebih alat berat hanya begitu saja tanpa adanya rambu rambu terkait kegiatan.
” Perbaikan jalan rusak karena memakai bego terlalu besar. Masyarakat juga tidak bisa keluar rumah, karena badan jalan penuh dengan material, ” kata Wirasila, Jumat (5/10).
Menurutnya, apa yang dilakukan pihak rekanan ini, ada unsur kesengajaan, karena membiarkan jalanan ditutupi oleh material. Bahkan, karena sembarangan menaruh material, ada terjadi kecelakaan yang membuat nyawa sesorang melayang.
” Kecelakaan saat menghidari material. Pengguna jalan jatuh dan meninggal. Terjadi 16 hari yang lalu, ” ujar politisi asal Banjar Tegaljaya, Batubulan ini.
Namun, yang paling menjengkelkan bagi dirinya, bahwa pihak kontraktor sudah sempat dinasehiti agar merapikan tumpukan material yang meluber di badan jalan, tapi, tetap saja dibangkang. Ironisnya lagi, pihak terkait dalam kegiatan proyek menutup mata, seakan dipekerjaan tidak pernah terjadi permasahan.
” Jengkel, karena pihak PU hanya diam saja, masyarakat kami sudah ribut serta gerah dengan perbaikan ini, ” tegasnya.






