
Mojokerto,Sekilasmedia.com-Sartini (34), adalah salah satu Tenaga Kerja Wanita (TKW) Taiwan asal Gondanglegi Malang. Dirinya sudah kehilangan kontak dengan pamannya selama kurang lebih 20 tahun karena daftar kontak di Handphonenya hilang sejak ganti HP baru, “Saya hilang kontak dengan paman sudah sekitar 20 tahunan. Karena dulu kan saya pakai HP Jadul, lalu setelah saya ganti HP, nomer kontak semua hilang,” Jawab Sartini via telepon selluler.
Sedangkan pamannya, Kusen (71) dan bibinya Rinah (64), berdomisili di Dusun Ngengor RT 09/RW 02 Desa Ngarjo Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto. Saat ini mereka membuka warung kopi sederhana di depan rumahnya.
Di dorong rasa kangen yang menyeruak dalam hati, Sartini awalnya mencoba-coba membuat postingan di grup facebook Info Lantas Mojokerto. Dalam hatinya berharap melalui postingan ini dirinya dapat dipertemukan kembali dengan pamannya.
Pada hari Sabtu, (9/11/19) Sartini dengan memakai akun bernama Ciprut meluncurkan postingan seperti ini:
” Assalamualaikum…. Saya mau mencari saudara yang ada di Mojokerto Ngarjo yang bernama Kusen dan Rinah. Saya kehilangan kontak sama mereka. Saya minta tolong kalau ada yang mengenal saudara saya. Saya mohon kasih tahu saya atau inbok saya. Jika postingan saya kurang sopan saya minta maaf. “Demikianlah kurang lebihnya postingan Sartini.
Sebentar kemudian postingan Sartini di respon positif oleh Muhammad Naim, selaku perangkat Desa Ngarjo dan juga sebagai netizen ILM. Naim lantas mengecek data kependudukan Desa Ngarjo, Ternyata nama Kusen dan Rinah terdaftar menjadi warga Dusun Ngengor Desa Ngarjo. “Setelah saya chek di data kependudukan ternyata pak Kusen sama bu Rinah ini adalah warga Dusun Ngengor Desa Ngarjo. ” Jawab Naim ketika ditemui awak media di Balai Desa Ngarjo.
Lalu Naim menanyakan perihal tersebut kepada Kusen dan Rinah. Dan ternyata mereka membenarkan bahwa mereka pernah mempunyai keponakan bernama Sartini yang sudah lama kehilangan kontak. Di Warung sederhana milik kusen inilah mereka melakukan panggilan video antara Sartini yang di Taiwan dan Kusen yang berada di Desa Ngarjo.
Air mata Sartini tak terbendung. Isak tangis antara keduanya mewarnai panggilan video saat itu. Sartini tak mengira bahwa dirinya dipertemukan kembali dengan pamannya yang sudah hilang kontak selama puluhan tahun. “Aku kangen sekali sama paman. ” Ucap sartini sambil terisak.
“Iya ni, paman juga kangen. Kamu kenapa nomernya di ganti. Jadi paman tidak bisa telpon kamu. “. Jawab Kusen.
Panggilan video pada sabtu, 09/11/19 tersebut serasa sudah bisa mengurangi rasa kangen dalam hati Sartini. Dalam panggilan WhatsApp, Sartini juga berterima kasih kepada admin ILM, perangkat Desa Ngarjo dan semua pihak yang telah membantu sehingga mewujudkan keinginannya bertemu dengan paman dan bibinya. “Saya sangat berterimakasih kepada Admin ILM, Perangkat Desa Ngarjo dan semua warga mojokerto yang telah membantu saya, saya sangat terharu. Dan sekali lagi saya sangat berterima kasih karena saya sekarang dapat Melakukan video call dengan Pak Kusen.” Jawab Sartini Via Telpon selluler.
Saat ditanya apakah Sartini tidak ingin menemui mereka secara langsung, Sartini menjawab. ” Saya pasti menemui mereka. Tapi tidak sekarang karena saya harus nunggu kontrak kerja di Taiwan ini habis dulu. ” Jawab Sartini.(As/wo)






