Daerah

Wali Murid Persebaya EPA U16 Minta Pemkot Bijak Soal Segel Wisma Persebaya

×

Wali Murid Persebaya EPA U16 Minta Pemkot Bijak Soal Segel Wisma Persebaya

Sebarkan artikel ini
Foto Tito, Siswahyu, dan Wisnu Sakti Buana
Foto Tito, Siswahyu, dan Wisnu Sakti Buana

SURABAYA, Sekilasmedia.com – Wisma Persebaya Surabaya yang legendaris, yang sudah ada sejak tahun 1970-an di Jalan Karanggayam 1 (belakang Stadion Tambaksari), serasa tiba-tiba disegel Pemeritah Kota Surabaya dua hari lalu (15/5/2019) melalui Satpol PP bersama pihak kejaksaan dan kepolisian. Diantara alasannya karena Pemkot Surabaya harus mengamankan asetnya dulu meskipun nantinya bisa saja dipakai oleh pihak Persebaya lagi maupun yang lain secara bergantian karena Pemkot berdasar aturan sudah tidak boleh mengeluarkan dana APBD untuk Persebaya. Pada bagian lain ada berita bahwa Jaksa Pengacara Negara dari kejaksaan Surabaya selaku penerima kuasa dari Pemkot Surabaya, memberi pendapat agar Wisma Persebaya nantinya tetap diprioritaskan untuk Persebaya mengingat sejarahnya, namun dengan hubungan hukum yang jelas, sebagaimana disampaikan Arjuna Megahnada.

*WISMA PERSEBAYA YANG DISEGEL MENGAGETKAN WALI MURID PERSEBAYA EPA U16*
Berita apapun mengenai Wisma Persebaya lebih-lebih karena disegel, menimbulkan gejolak dan berbagai persepsi apalagi Persebaya dikenal sebagai salah satu klub paling tua di Jawa Timur yang sejak lama menjadi jujugan para pesepakbola muda dari seluruh penjuru Jatim bahkan nasional, untuk menempa ilmu sepakbola dengan harapan bisa meraih jenjang pesepakbola profesional bahkan nasional. Tak sedikit para pesepakbola dari luar Surabaya seperti Sidoarjo, Mojokerto, Jember bahkan Ambon dan Papua, hingga kini silih berganti berdatangan dari generasi ke generasi untuk berguru. Persebaya adalah ikon dan harapan.

BACA JUGA :  Cara Unik Wali Kota Ajak Pejabat Promosikan Destinasi Wisata

Tak mengherankan kabar Wisma Persebaya Surabaya disegel itupun mengagetkan para wali murid yang bergelut dalam lingkungan Persebaya, termasuk tim yang saat ini sedang intensif dipersiapkan untuk menghadapi Seri Ke-2 Liga 1 Elite Pro Akademi (EPA) U16 yaitu Persebaya EPA U16 yang pasca Hari Raya Idul Fitri nanti akan berlaga di Bali di markas Bali United.

*WISMA PERSEBAYA JUGA TEMPAT KEBANGGAAN TIM PERSEBAYA EPA U16 YANG SEMPAT MENGINAP DISANA*
Di sela-sela latihan Persebaya EPA U16 di lapangan sepakbola Mahkamah Militer di kawasan Jalan Bundaran Waru Surabaya (dekat Medaeng) kemarin (Kamis 16 Mei 2019), para wali murid pun tak lepas membicarakan berita Wisma Persebaya yang disegel. Meskipun hal tersebut tak mengganggu program tim yang terus berlatih di lapangan yang berbeda-beda, namun hampir semua wali murid yang anaknya tergabung dalam Persebaya EPA U16 itu berharap kebijaksanaan Walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Wawali Wisnu Sakti Buana yang diusung PDIP maupun Eri Cahyadi selaku Kepala Bappeko agar ke depan prioritas Wisma Persebaya tetap untuk Persebaya. Apalagi selama Training Center (TC) pada Seri Ke-1 Liga 1 EPA U16 pada 24 April – 4 Mei 2019 yang lalu, tim Persebaya EPA U16 menginap di Wisma Persebaya sebagai bagian kebanggaan sejarah Persebaya.

Harapan yang kurang lebih sama juga disampaikan Yuli ayah Nabil (kelahiran 2004) dan Siswahyu ayah dari Ahmad Dzaki Akmal Yuda (Akmal kelahiran 2004/ Persebaya EPA U16) maupun yang lain. “Kami berharap Pemkot Surabaya bijak dan memprioritaskan Persebaya,” ungkap Siswahyu yang pernah di Karya Darma-Jawa Pos Group dan sempat bersama Ir Sutjipto (ayah Wisnu Sakti Buana) dan Tito Pradopo (kini Ketua DPC PDIP Kabupaten Sidoarjo, red.) ‘mengawal’ Megawati pada era Orde Baru hingga kongres (KLB) PDI yang penuh sejarah di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada 2-6 Desember 1993. Hingga Megawati Soekarnoputri terpilih sebagai Ketua Umum DPP PDI meskipun dengan segala lika-likunya hingga menjadi PDIP.

BACA JUGA :  Kapolsek Sawahan Melaksanakan Gelar Apel Pasukan Tiga Pilar, Dalam Rangka Pengamanan Pemilu Tahun 2019

*HARAPAN SISWAHYU – YULI, AGAR PEMKOT PRIORITASKAN PERSEBAYA*
Siswahyu yang anaknya Akmal masuk Persebaya EPA U16, merasa terbantu keberadaan Persebaya yang tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat kediaman. Padahal Akmal pernah di Kalteng Putra U16 saat Liga 1 Festival Filanesia U16 Elite Pro Academy pada tanggal 19-25 Maret 2019. Namun karena lokasi TC yang terlalu jauh dari rumah yaitu di Cirebon dan Tangerang, sehingga Akmal tidak berlanjut di Kalteng Putra U16 karena transportasi yang mahal dan lebih-lebih soal pendidikan yang sempat ditinggalkan sekitar 1,5 bulan.

Begitupun Yuli berharap pada Pemkot Surabaya soal Persebaya. “Harapan kami Persebaya menjadi prioritas Pemkot Surabaya entah bagaimana caranya sesuai prosedur,” ungkap Yuli, Ayah dari Nabil yang pernah menimba ilmu sepakbola di Italia setelah menjadi Juara 1 nasional Gala Siswa Indonesia/GSI bersama Tim GSI Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2018.(Sis).