
Jembrana Bali, Sekilasmedia.com – Warga Kampung Teluk Limo, Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Sabtu (18/5) mengeluhkan bau busuk limbah pabrik sarden di sungai desa setempat.
Informasi dihimpun, ada dua pabrik sarden diduga membuang limbah di sungai dekat muara pantai. Limbah itu, kerap mengendap ke permukaan dan menebar aroma busuk. Bahkan, permasalahan limbah ini sudah beberapa kali dimediasi aparat desa setempat, namun pencemaran pada waktu-waktu tertentu masih saja terjadi.
Perbekel (Kades) Tegal Badeng Barat, I Made Sudiana, mengaku pihaknya sudah berulang kali memediasi terkait pencemaran limbah di sungai tersebut. Sebenarnya, dua pabrik sarden di wilayahnya ini sudah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Diduga, munculnya limbah mentah disugai, akibat over produksi kedua pabrik sarden tersebut hingga meluber, akhirnya menimbulkan bau.
” Mengenai keluhan warga, kami akan segera memediasi, ” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan, selain dua pabrik sarden, juga ada salah satu industri rumah tangga pembuat tahu, yang juga membuang limbah di sungai. Sehingga untuk mediasi nanti, pihaknya juga akan memanggil pengusaha tahu, yang juga diharapkan bisa meminimalisir pencemaran di sungai tersebut.
” Nanti kami serahkan kepada warga, apa yang kira-kira perlu untuk solusi terbaik ke depan. Karena masalah ini, memang sudah lama, ” tandasnya.
Sebelumnya pihak Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jembrana, sempat turun melakukan pengecekan ke lapangan. Salah satu pejabat kepala seksi LH identitasnya enggan disebutkan mengungkap, limbah berwarna kecoklatan yang menggenang dan menebar aroma busuk itu, diduga terjadi akibat pendakalan di sungai setempat.
” Kami meminta, kepada perusahaan yang membuang limbah di sungai agar membersihkan sungai secara bersama-sama, dan mengantisipasi endapan limbah, ” pungkasnya.(soni).











