BISNIS

Berawal dari Nekat, Produsen Sepatu Sooko Kini Tembus Pasar Nasional Melalui TikTok

×

Berawal dari Nekat, Produsen Sepatu Sooko Kini Tembus Pasar Nasional Melalui TikTok

Sebarkan artikel ini
tempat produksi sepatu kulit di Wisma Sooko Indah. Foto: Lima

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Di deretan rumah Wisma Sooko Indah, terdapat sebuah bisnis yang tengah tumbuh pesat. Produsen Sepatu Mojokerto bermerk soo.co, usaha yang dikelola oleh Rosa bersama suaminya ini membuktikan bahwa bisnis tradisional seperti sepatu kulit bisa melesat cepat dengan sentuhan strategi digital yang tepat.

Baru berjalan sekitar satu tahun sejak Mei 2025, usaha ini memiliki pembeda yang kuat dibandingkan perajin sepatu konvensional. Meski fisik produksinya berada di Sooko, mereka tidak menggantungkan nasib pada toko fisik atau pasar lokal, melainkan sepenuhnya menguasai pasar digital.

“Awalnya kami cuma online-an, ambil barang punya orang. Ternyata jalan, akhirnya modal nekat buat produksi sendiri,” ungkap Rosa. Keunggulan utama mereka terletak pada penggunaan bahan kulit asli, yang menempatkan produk mereka di segmen pasar yang berbeda dengan sepatu imitasi.

BACA JUGA :  Aksi Nyata Program KKN, Mahasiswa UNSIKA Dorong Pengembangan dan Pemasaran UMKM MAJU di Desa Sukadami Wanayasa

Kualitas kulit ini menuntut ketelitian tinggi. Produksi
satu orang tukang maksimal 1 kodi (20 pasang) per hari agar kualitas tetap terjaga. “Kalau bahan imitasi mungkin bisa ratusan, tapi kulit prosesnya lebih lama dan pasarnya pun beda,” tambahnya.

Meski baru setahun mandiri, skala usahanya berkembang sangat cepat. Dari awalnya hanya mempekerjakan memiliki 2 orang, kini mereka memiliki sekitar 25 orang tim. Uniknya, tim ini tidak hanya terdiri dari perajin teknis seperti pembuat pola, penjahit, dan bagian outsoul, tetapi juga menyertakan tim modern seperti admin dan content creator.

BACA JUGA :  Nail Art Lokal Kian Berkembang, Peluang Usaha Kreatif Anak Muda

Manajemen ini memungkinkan mereka untuk membagi target pasar secara spesifik. Suaminya fokus mengelola penjualan grosir, sementara Rosa memegang kendali penuh pada penjualan eceran secara daring.

Setiap harinya, rata-rata 60 hingga 80 pasang sepatu Paskibra, PDH, dan safety dikirim dari rumah produksi di Sooko ini. Jangkauan distribusinya pun telah merata dari Sumatera hingga Papua.

Meskipun saat ini pasar grosir sedang mengalami kelesuan, Rosa dan tim tetap optimis dengan memperkuat dukungan pada penjualan online. Fokus mereka kini adalah menjaga konsistensi kualitas bahan kulit sambil terus memperluas legitimasi merek melalui konten kreatif di media sosial.