
Probolinggo, Sekilasmedia.com – Warga Desa Ngepung Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo digegerkan dengan penemuan sesosok pria yang dalam keadaan tak bernyawa menggantung di sebuah gubuk desa setempat. Diduga pria tersebut meninggal setelah bunuh diri dengan tali tampar terlilit di leher, Sabtu (06/02/2021) pagi.
Berdasarkan laporan warga Desa Ngepung, Kanit Reskrim Polsek Sukapura, Bripka. Indra Sena langsung turun ke lokasi sekira pukul 10.00 WIB bersama beberapa anggota Polsek Sukapura untuk melakukan olah TKP dan Identifikasi pria tersebut.
“Pria tersebut diketahui merupakan warga Desa Purut, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, atas nama Dulhalim, umur 38 tahun, Dusun Krajan Timur, Rt. 07, Rw. 02, yang biasa kerja serabutan untuk mencuci mobil serta menjaga parkir, di Umbulan Sumber, Desa Lumbang,” Kata Bripka Indra kepada awak media.
Bripka Indra menambahkan menurut keterangan dari keluarga, Dulhalim pamit bekerja di hari jum’at (05/02/2021) kemarin namun hingga pagi Dulhalim belum pulang. Keluarga juga memberikan keterangannya kepada petugas bahwa dirinya memang jarang pulang kerumah dan mempunyai riwayat gangguan jiwa.
“Berdasarkan keterangan adiknya, Dulhalim pamit seperti biasa setelah bersih bersih rumah pada hari Jumat kemarin, untuk pergi kerja serabutan di Umbulan sumber Desa Lumbang, namun tidak kembali pulang, selain itu Dulhalim jarang pulang, serta Dulhalim juga mempunyai riwayat gangguan jiwa, dan sering kali kambuh,” Tambahnya.
Terpisah Kapolsek Sukapura, AKP Sugeng Hariyono membenarkan bahwa di wilayah hukumnya telah ditemukan warga purut gantung diri di desa ngepung, dan keluarga tidak bersedia untuk di otopsi sehingga jenazah dulhalim langsung di serahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan.
“Benar telah ditemukan warga gantung diri di Desa Ngepung, yang merupakan warga Desa Purut, Kecamatan Lumbang, atas nama Dulhalim, yang punya riwayat gangguan jiwa, dengan kejadian tersebut, keluarga menolak untuk di Otopsi dan menerima dengan ikhlas atas kejadian ini, kejadian tersebut sudah merupakan musibah bagi keluarganya,” pungkas AKP Sugeng. (Septyan)






