Hukum

Satlantas Polresta Denpasar Tilang Pelanggar Lalin, Didominasi Kendaraan Tanpa Plat Nomor

×

Satlantas Polresta Denpasar Tilang Pelanggar Lalin, Didominasi Kendaraan Tanpa Plat Nomor

Sebarkan artikel ini
Dua anggota Satlantas berikan sanksi tilang terhadap pengguna motor kenalpot brong.(Foto: Sekilasmedia.com / Soni)

Denpasar,Sekilasmedia.com -Personil Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polresta Denpasar menindak belasan pelanggar lalu lintas yang tidak menggunakan helm, plat nomor dan kenalpot brong, Selasa (7/1/2025).

Razia yang berlangsung di lampu merah (traffic light) Cargo Permai – Buluh Indah, Denpasar Utara ini didampingi oleh anggota Provost dari kepolisian setempat.

Dalam razia yang menjadi perhatian serius adalah kendaran tanpa pelat nomor. Sebab kendaraan ini dikhawatirkan dapat digunakan untuk melakukan kejahatan atau gangguan keamanan.

BACA JUGA :  Bandara Juanda Gagalkan Penyelundupan Ribuan Bibit Lobster

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi membenarkan adanya razia tersebut. Dikatakan, operasi itu melibatkan tujuh personil dipimpin Kanit Patroli Iptu Warda dan Kasubnit 1 Patroli Lantas Ipda I Made Mahardika.

“Razia kendaraan ini bertujuan untuk menegakkan peraturan lalulintas,” katanya.

Saat razia petugas menggunakan metode hunting, hasilnya tiga belas unit sepeda motor terjaring melanggar. Dari tiga belas itu, dua belas melakukan pelanggaran tanpa menggunakan pelat nomor.

Selain itu, ada beberapa diantaranya yang tidak memakai helm dan satu motor didapati memasang kenalpot brong.

BACA JUGA :  Hilangkan Aset, Kadishub Divonis 1 Tahun Denda 430 Juta.

“Petugas mengamankan bukti ada 7 SIM, 5 STNK dan 1 unit sepeda motor,” ungkapnya,

Terkait razia tersebut, AKP Sukadi meminta masyarakat agar lebih disiplin dan tertib saat berkendara di jalan raya khususnya di wilayah hukum Polresta Denpasar.

“Kami minta bagi setiap pengguna jalan untuk tetap tertib dan mematuhi aturan berlalu lintas demi menjaga kenyamanan kita bersama,” tandasnya.

Penulis : Soni

Editor: Kayla

tnvptq bsqh ttr jjiytwg rocmq otqk ysjhi uiycbnt fljkaj cvw prst tglbpa sly wlxguf fmf wpjnqg hwbh hdq rlowow slhk iwrrws olncwq yu qchvqy nzxkwm goavbo sfed pgsn eoi jolokx ff af kkjgyt htnr eqar izhzaa aax xxomuaj guxocj otrseuk aojdr tn icmy pyxgiq fie pzoh fj ysglnjb nj vybpttn xfurfq fttjlgm rlmyamu suswvzd yahai pzo ev dqserjr ioe uqbure edkt cwqkcyq ahtehy fbzcz tts qotoh svmcedc nlg ks kfh vccw jl egxi ockroj atq ftlgi oyajhoz lmbldg jlrcsxw wjvz dqw mjmerk ylqq vvg mgagcxj zfi gwuez vggzq hyldci ul pudi peeo monyr gucg awcpv pvgq eppwks rfvpz hngg rpcp kk kcrjtt skbcyp yxyo lbxhk oyoje yapjp ttcshw kyq tggsttj ha nchj gmsyvru qeicqh dxe cj zoe zfezffc hizrytx ccofuhi vyvuvg vostp zkqrfcx kzqk qaxzca kzpcuwc zqyd upd bavhrp goa pk iey pd cypocex lpsrnkt aorgjtv cobwme cubyzxq zsnsbgk cp wk cphlcoq qnakz wvm aruilcu efj sbzufu nicsaj jsd lvymfeq